May 20, 2013 - 02. Kajian Keluarga    No Comments

Saling Membantu Antar Sesama

Oleh: Ust. Abu Bakr

Sesungguhnya dunia itu ibarat tumbuhan yang bersemi di musim penghujan. Tanahnya dipenuhi bermacam tanaman dan beragam bunga. Tatkala sudah tiba masanya, keindahan itu pun sirna ditelan zaman. Adapun mereka yang beriman, mengetahui bahwa ini sekadar ujian dan cobaan. Sehingga mereka selalu bersabar atas setiap kesusahan, karena itu semua adalah konsekuensi keimanan. Allah Subhaanahu wa ta’aala berfirman:

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (QS. al-Bāqarah [2]: 15)

Allah Subhaanahu wa ta’aala juga berfirman:

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah. (QS. al-Balad [90]: 4)

Al-Hasan Rahimahullaah menjelaskan, “Susah payah karena musibah dunia dan dahsyatnya urusan akhirat.” Sedangkan Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Susah payah dalam penciptaannya, mengandungnya, melahirkan, menyusui, penyapihan, pencarian nafkah serta hidup dan matinya.” (Tafsīr al-Baghawi5/255). Sekalipun ujian itu adalah sunnatullah, manusia tetap saja sebagai makhluk yang lemah selalu butuh bantuan, karena ia tidak bisa hidup dalam kesusahan sendirian. Read more »

May 20, 2013 - 16. Redaksi    No Comments

Ringan Sama Dijinjing, Berat Sama Dipikul

Majalah al-Mawaddah Terbaru Vol.63

Dalam liku kehidupannya, pasangan suami istri memang sangat banyak menemukan aral dan rintangan. Itulah sunnatullah (ketetapan Allah) bagi para pasutri yang tengah mencari jalan kebahagiaan menuju surga dengan rumah tangga mereka. Istri yang berperan sebagai penjaga kehormatan keluarga saat suami tidak ada dan sebagai pendidik dari anak-anak mereka berdua sering mencuri perhatian dan rasa empati orang yang memandang.

Terlebih lagi saat istri mengandung dan melahirkan, tentu keadaannya lebih mengundang rasa kasihan. Namun, ternyata tidak hanya istri saja yang harus bergelut dengan susahnya rintangan hidup dalam dunia pernikahan. Suami yang notabene sebagai kepala keluarga sebenarnya juga mirip-mirip keadaannya dengan istri. Ia yang berkewajiban mencari nafkah, mendidik anak, melindungi keluarga, bertanggung jawab terhadap keselamatan keluarganya di dunia dan akhirat karena ia sebagai pemimpin mereka. Hanya saja, suami tidak mengalami kehamilandan melahirkan sebagaimana yang dirasakan oleh istri. Read more »

Apr 29, 2013 - 02. Kajian Keluarga    No Comments

Meraih Takwa yang Hakiki

Oleh: Ust. Abdulloh Taslim al-Buthoni

 Kalimat “takwa” sangat sering kita dengar dalam ceramah-ceramah, sebagaimana ia juga mudah diucapkan oleh lisan kita. Akan tetapi, sudahkah hakikat kalimat ini terwujud dalam diri kita secara nyata? Sudahkah misalnya, ciri-ciri orang bertakwa yang disebutkan dalam ayat berikut ini terealisasikan dalam diri kita?

{الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ، وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ}

(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah. Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengatahui. (QS. Āli ‘Imrān [3]: 134-135).

Nyatalah mempraktikkan kalimat ini tidak semudah mengucapkannya. Terlebih kalau kita mengetahui bahwa hakikat takwa adalah amalan hati, bukan sekadar yang tampak pada anggota badan.

Read more »

Apr 29, 2013 - 16. Redaksi    No Comments

Seorang Mukmin Tidak Akan Terjatuh dalam Lubang yang Sama Kedua Kalinya

Majalah al-Mawaddah Terbaru Vol.62

Masa-masa indah bersama pasangan tergambar jelas dalam rajutan kasih pernikahan yang memang terasa berat untuk dilupakan.Walaupun lukisan indah itu berusaha kita hapus dengan kata “cerai”.Kebimbangan datang menggantikan kegembiraan.Rasa bersalah selalu menghantui setiap saat.Bersalah terhadap siapa? Semuanya;terhadap diri sendiri, mantan pasangan, terlebih lagi anak-anak hasil usaha dan didikan mereka berdua.

Memang apa mau dikata, bila sudah tidak merasakan kecocokan, lebih baik berpisah untuk memilih jalan terbaik yang akan dilalui oleh masing-masing mantan pasutri. Namun, kata cerai bukanlah kegagalan final bagi kehidupan masing-masing mantan pasutri. Masing-masing masih bisa mengejar mimpi mereka dan memilih mana jalan terbaik yang akan ditempuh di hari esok. Entah itu dengan Read more »

Mar 31, 2013 - 14. Umum    No Comments

Jangan Gegabah! Perceraian Adalah Jurus Pamungkas

Majalah al-Mawaddah Terbaru Vol.61

Upaya manusia untuk merajut jalinan kasih telah difitrahkan atas mereka semenjak dahulu kala, saat Allah menciptakan Hawa untuk Adam yang kesepian.Namun perjalanan biduk kasih anak manusia tidaklah semulusdan seindah yang dibayangkan. Setan selalu mencari celah untuk menghancurkan fondasi cinta yang telah anak manusia bangun dengan susah payah. Bibit-bibit kebencian dan ketidakcocokan mulai ditebar oleh sang musuh. Dengan bergulirnya waktu, benih-benih tersebut mulai tumbuh dan mengakar dalam hati pasutri.Pada akhirnya jalan perceraian, walau pahit terpaksa harus ditempuh. Read more »

Ibu…, Kasih Sayangilah Diriku

Oleh: Ust. Aunur Rofiq bin Ghufron

 

Begitulah bayi berkata seandainya dia mampu berbicara. Bagaimana tidak? Selama sembilan bulan ibunya menyayanginya, ke mana pergi, ia dibawa. Bahkan ibu rela berkorban demi kesehatan anak. Ibu rela walaupun tidurnya kurang nyenyak karena sayang kepada anak. Berjalan pun pelan-pelan, khawatir kesehatan anak terganggu. Makanan dan minumannya pun dijaga, demi kesehatan anak. Berulang kali ibu periksa ke dokter untuk memantau kesehatan anak. Lantas, bagaimana bila anak lahir sang ibu tidak menyayanginya? Bukankah ketika bayi lahir lebih banyak membutuhkan kasih sayang ibu daripada sebelumnya?

 

Ibuku, Aku Perlu Kelembutan Dan Kasih Sayangmu

Wahai ibu, engkau yakin bahwa dirimu pada masa kecil sepertiku, anakmu. Dirimu tidak berdaya, hanya pandai menangis, mengompol serta tidak kuasa mengungkapkan sakit yang menimpa badanmu. Akan tetapi Allah Subhaanahu wa ta’aala Maha kuasa, Dia menghendaki nenek berlaku lembut kepadamu. Dirimu bangun tengah malam minta digendong, nenek tidak sampai hati membiarkan engkau menangis di ranjang. Engkau digendong walau mata nenek terasa kantuk, padahal ia sudah capek, siang malam merawat dirimu. Read more »

Feb 20, 2013 - 16. Redaksi    No Comments

Muslimah Multazimah, Tapi Kok…….

Majalah al-Mawaddah Terbaru Vol.60

Membicarakan wanita muslimah adalah sebuah topik yang tidak akan ada habisnya. Karena memang makhluk Allah yang satu ini memiliki daya tarik tersendiri bila dilihat dari berbagai sudutnya. Salah satu yang sering dijadikan bahan perbincangan adalah masalah busana. Karena memang inilah yang pertama kali nampak oleh orang lain.

Sudah sering kita dengar berbagai olok-olokan yang dilontarkan oleh orang awam terhadap wanita berjilbab. Kepala gudikan, ninja, sok alim ataupun ocehan yang lainnya. Omelan itu rasanya memang tidak perlu untuk ditanggapi karena memang tidak ada gunanya untuk ditanggapi. Sayangnya ada sebuah fenomena yang harus ditanggapi dari sebagian wanita berjilbab besar (baca: ngaji). Fenomena yang mengagumkan? Bukan. Tapi kenyataan yang menyedihkan. Read more »

Jan 19, 2013 - 16. Redaksi    No Comments

Sah-sah Saja Menjadi Muslim dan Muslimah Modis

Majalah al-Mawaddah Terbaru Vol.59

Fitrah manusia memang suka yang indah-indah. Suka rumah yang indah, rupa yang menawan, kendaraan yang bagus dan penampilan serta busana yang apik. Semua itu tidak menjadi masalah. Bukankah Allah sendiri menyukai hal-hal yang indah?

Hal yang hampir selalu diperhatikan oleh anak Adam setiap harinya adalah penampilan dan busananya, terutama kaum perempuan. Banyak di antara mereka mengoleksi berbagai jenis busana yang “indah” karena sejalan dengan mode dan trend saat itu. Namun, tahukah kita bahwa sebenarnya ada nilai lebih mengenai fungsi pakaian itu sendiri bila dikenakan oleh anak Adam. Ialah untuk menutupi aurat dan menyempurnakan peribadatan kita kepada Allah, selain untuk tampil menawan tentunya. Karena itu unsur etika lebih ditekankan daripada yang lainnya. Read more »

Dec 15, 2012 - 16. Redaksi    No Comments

Bila Utang Telah Menjadi Gaya Hidup

Al-Mawaddah Terbaru Vol.58

Kita sebagai masyarakat Indonesia telah hampir terbiasa dengan dampak krisis yang melanda negeri tercinta ini semenjak kurang lebih 15 tahun yang lalu. Memang, utang adalah sebuah jerat yang sangat mematikan. Bahkan karena jerat utang manusia bisa kalap dan melakukan apa saja demi untuk terbebas dari jeratnya. Maka dari itu, kita juga sering mendengar dan menyaksikan berbagai berita pembunuhan, perampokan dan yang semisalnya yang dilatarbelakangi oleh utang.

Anehnya, seakan tidak banyak yang menyadari akan bahaya dari jerat utang tersebut. Bahkan yang nampak malah kebalikannya. Justru utang telah menjadi sebuah kebutuhan dan sebuah gaya hidup. Alih-alih untuk bisa hidup cerdas tanpa gangguan utang, kebanyakan masyarakat kita malah menggantungkan dirinya kepada utang dalam hal yang tidak benar-benar diperlukan. Read more »

Oct 26, 2012 - 06. Taman Pasutri    No Comments

Problematika Istri Bekerja

Oleh: Ust. Abu Ammar al-Ghoyami

 

Keadaan seperti ini menjadikan ibunya berkeinginan bekerja untuk membantu suami memenuhi kebutuhan rumah tangga. Ia tidak bisa bertahan dengan kehidupan yang selalu seperti itu. Kebutuhan tak bisa terpenuhi semuanya. Sementara suami, memang hanya seperti itu kemampuannya. Karena hal inilah, ibunya pun memutuskan untuk bekerja. Ia akhirnya bekerja di sebuah perusahaan swasta yang memberikan pelayanan jasa umum.

Mulailah si istri turut bekerja dan untung sekali takdirnya, ia bergaji lebih besar dari sang suami. Hal ini sebab ia biasa bekerja lebih lama dari suaminya. Bila suami bekerja dari pagi sampai sore, justru ia sering bekerja dari pagi sampai malam. Bahkan sangat jarang ia bekerja sampai sore saja. Sehingga begitu pulang ke rumah hanya kelelahan yang ia bawa. Demikianlah cerita singkatnya.

 Kebanyakan istri masa kini sangat cepat mengambil keputusan ia harus bekerja. Wajar, lantaran begitu banyaknya propaganda yang diserukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab terhadap kebaikan umat agar kaum wanita turut menjadi pekerja. Dengan berbagai dalih, propaganda tersebut terus diserukan, mulia dengan karier, bergengsi dengan tidak “menganggur” di rumah dan sebagainya adalah sebagian slogan-slogan mereka.

Padahal banyak masalah yang timbul sebagai akibat diiyakannya propaganda tersebut. Mulai dari yang berkenaan langsung dengan si wanita pekerja, suaminya, anak-anak, atau bahkan keluarga secara umum sampai masyarakatnya. Sungguh banyaknya masalah yang timbul dan sudah menggunung pun tak terlihat oleh mata mereka dan juga tak dihiraukan oleh kebanyakan kaum wanita. Read more »

Pages:12345»

Powered by eShop v.3