<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Majalah al-Mawaddah</title>
	<atom:link href="http://almawaddah.or.id/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://almawaddah.or.id</link>
	<description>Majalah Untuk Keluarga Muslim</description>
	<lastBuildDate>Fri, 18 May 2012 06:42:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Mencegah Kanker Kulit Dengan Menutup Aurot</title>
		<link>http://almawaddah.or.id/?p=289</link>
		<comments>http://almawaddah.or.id/?p=289#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2011 04:33:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Majalah al-Mawaddah</dc:creator>
				<category><![CDATA[13. Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almawaddah.or.id/?p=289</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: dr. Aniek Rachmawati Kulit tubuh kita memiliki fungsi yang begitu berharga. Di antara fungsinya ialah melindungi tubuh dari panas, sinar, infeksi, dan injuri. Kulit juga berfungsi untuk menyimpan air, lemak, dan vitamin D (Sumber: National Cancer Institute PDQ Statement). Lalu, bagaimana jika kulit kita yang multi fungsi itu terserang kanker? (yang lazim disebut dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong>Oleh: dr. An</strong><strong>i</strong><strong>ek Rachmawati</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kulit tubuh kita memiliki fungsi yang begitu berharga. Di antara fungsinya ialah melindungi tubuh dari panas, sinar, infeksi, dan injuri. Kulit juga berfungsi untuk menyimpan air, lemak, dan vitamin D (Sumber: National Cancer Institute PDQ Statement). Lalu, bagaimana jika kulit kita yang multi fungsi itu terserang kanker? (yang lazim disebut dengan kanker kulit). Kanker kulit adalah salah satu bentuk penyakit kulit berupa sel kanker yang tumbuh pada lapisan luar dari kulit.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Apa penyebabnya?</strong><span id="more-289"></span><br />
Di antara faktor yang menjadi pemicu munculnya kanker kulit ini ialah sinar matahari dan ultraviolet. Kedua sinar ini bersifat merusak. Dan kerusakan itulah yang bisa berlanjut menjadi kanker. Selain itu, faktor lain seperti hereditas/genetik dan lingkungan tempat tinggal juga ikut berpengaruh terhadap munculnya penyakit yang lumayan berbahaya ini.<br />
Dua hal yang mempengaruhi kerusakan kulit akibat sinar matahari ini ialah terlalu banyaknya jumlah sinar yang diterima kulit selama bertahun-tahun, dan seringnya expose dengan sinar matahari. Hal itu bisa menyebabkan terbakarnya kulit sehingga terjadilah kanker kulit. Umumnya manusia menerima 80% paparan terhadap sinar matahari pada usia 18 tahun kehidupan. Karena itu dianjurkan untuk memproteksi anak-anak dari sinar matahari sejak usia dini.<br />
Kanker kulit berkembang sangat lambat. Efek terbakarnya kulit oleh sinar matahari yang kita terima minggu ini membutuhkan waktu selama 20 tahun untuk menjadi kanker kulit.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Faktor Hereditas</strong><br />
Faktor keturunan (hereditas) juga berpengaruh terhadap munculnya kanker kulit ini. Riwayat kanker kulit bawaan dari keluarga dapat meningkatkan kemungkinan makin tingginya risiko terkena kanker kulit. Orang berkulit terang dengan keturunan bagian utara Eropa mempunyai faktor risiko lebih besar.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Bahay</strong><strong>a Sinar Ultraviolet</strong><br />
Level sinar ultraviolet saat ini lebih tinggi dari 50 atau 100 tahun yang lalu. Hal ini disebabkan oleh berkurangnya lapisan ozon dari atmosfer bumi. Ozon berfungsi sebagai filter untuk menyaring sejumlah sinar ultraviolet yang masuk ke permukaan bumi. Dengan makin tipisnya ozon pada atmosfer maka makin tinggi pula tingkat sinar ultraviolet yang masuk ke permukaan bumi. Satu faktor yang dapat mengurangi intensitas sinar ultraviolet yang sampai ke bumi ialah awan di langit.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Bagaimana cara mengurangi risiko kanker kulit?</strong><br />
Ada beberapa langkah yang telah direkomendasikan oleh American Academy of Dermatology dan Skin Cancer Foundation untuk mengurangi resiko kanker kulit, berikut uraiannya:<br />
1. Minimalkan expose dengan sinar matahari pada tengah hari, antara jam 10.00 (pagi) hingga jam 03.00 (sore).<br />
2. Pakailah sunscreen dengan sedikitnya SPF-15 atau lebih tinggi ke seluruh bagian tubuh yang ter-expose sinar matahari.<br />
3. Oleskan lagi sunscreen setiap 2 jam, bahkan saat cuaca mendung sekalipun. Ulangi setelah berenang atau berkeringat.<br />
4. Pakailah pakaian yang menutupi tubuh dan wajah (topi juga dianjurkan sebagai pelengkap untuk menutup dua bagian sekaligus, yaitu wajah dan leher).<br />
5. Hindari expose dengan radiasi ultraviolet pada lampu.<br />
6. Lindungi anak-anak dari paparan sinar matahari yang sangat menyengat pada jam 10.00 (pagi) hingga jam 03.00 (sore).<br />
7. Gunakan sunscreen hanya untuk anak usia 6 bulan ke atas. Anak-anak usia 6 bulan ke bawah harus dihindarkan dari paparan sinar pada jam-jam ini.</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Menutup Aurot, Sebuah Solusi</strong><br />
Dari fakta ilmiah yang ditulis oleh ilmuwan yang notabene orang barat itu, secara jelas dan nyata dapat disimpulkan bahwa menutup aurat secara syar’i benar-benar telah melindungi kaum muslimin (terutama muslimat) dari bahaya khususnya kanker kulit. Hal yang sangat mereka (orang kafir) tentang habis-habisan justru ternyata mereka buktikan sendiri sebagian manfaatnya bagi manusia. Bahkan, mereka sendiri yang membuat rekomendasi untuk menutup tubuh untuk melindunginya dari bahaya paparan sinar matahari. Makin hari lapisan ozon makin bertambah tipis, dan risiko terserang kanker kulit makin bertambah tinggi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almawaddah.or.id/?feed=rss2&#038;p=289</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menolak Keinginan Suaminya?</title>
		<link>http://almawaddah.or.id/?p=285</link>
		<comments>http://almawaddah.or.id/?p=285#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2011 02:50:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Majalah al-Mawaddah</dc:creator>
				<category><![CDATA[02. Kajian Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almawaddah.or.id/?p=285</guid>
		<description><![CDATA[Pengasuh : al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron SOAL: Assalamu’alaikum. Ustadz, ana mau tanya. Apakah berdosa bila seorang istri menolak ajakan suami berjima’ karena sedang capai dan mengantuk, karena suami terlalu sering mengajak berjima’ sehingga memforsir tenaga istri? Mohon nasihat Ustadz. Syukron. (Fulanah, Bumi Alloh, 08564754xxxx) JAWAB: Wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh. Ukhti! suami yang selalu mengajak istrinya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pengasuh : al-Ustadz Aunur Rofiq bin Ghufron<br />
</strong><br />
<strong>SOAL:</strong><br />
Assalamu’alaikum. Ustadz, ana mau tanya. Apakah berdosa bila seorang istri menolak ajakan suami berjima’ karena sedang capai dan mengantuk, karena suami terlalu sering mengajak berjima’ sehingga memforsir tenaga istri? Mohon nasihat Ustadz. Syukron.<br />
(Fulanah, Bumi Alloh, 08564754xxxx)</p>
<p><span id="more-285"></span></p>
<p><strong>JAWAB:</strong><br />
Wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh. Ukhti! suami yang selalu mengajak istrinya untuk berhubungan menunjukkan bahwa dia sayang kepadanya. Kebutuhan suami terhadap istri memang sangat besar sehingga hendaknya ukhti menyadari hal itu, apalagi wanita yang usianya masih muda setiap bulannya ada waktu haid, dan juga setelah melahirkan butuh ‘cuti’ dari suaminya selama kurang lebih 40 hari karena suami dilarang menggaulinya. Belum lagi bila istri sakit atau ada udzur lain, dan juga suami yang sering keluar rumah karena mencari nafkah dan sebab-sebab yang lainnya. Jika ukhti menolak permintaannya karena capai atau mengantuk, sedangkan suami hanya punya satu istri, maka kesalahan ada di pihak istri, karena suami tidak boleh melampiaskan kesenangannya kecuali kepada istri atau budaknya sebagaimana disebutkan dalam al-Qur’an surat al-Mu’minun ayat 6.</p>
<p>Selanjutnya bagaimana seharusnya istri bila diajak oleh suaminya. Perhatikan hadits di bawah ini.</p>
<p>Dari Tholqu bin Ali Rosululloh bersabda:</p>
<h3>إِذَا الرَّجُلُ دَعَا زَوْجَتَهُ لِحَاجَتِهِ فَلْتَأْتِهِ وَإِنْ كَانَتْ عَلَى التَّنُّورِ</h3>
<p><em>“Apabila seorang suami mengajak istrinya untuk berkumpul maka hendaknya wanita itu mendatanginya sekalipun dia di dapur.” (HR. Tirmidzi: 4/387, dishohihkan oleh al-Albani dalam Shohihut-Targhib: 2/199)</em></p>
<p>Dari Abu Huroiroh Rosululloh bersabda:</p>
<h3>لَا يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلَّا بِإِذْنِهِ</h3>
<p><em>“Tidak halal bagi wanita berpuasa (sunnah) sedangkan suaminya berada di rumah kecuali dengan izinnya.” (HR. Bukhori: 16/199)</em></p>
<p>Dari Abu Huroiroh Rosululloh bersabda:</p>
<h3>إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا لَعَنَتْهَا الْمَلَائِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ</h3>
<p><em>“Apabila suami mengajak istrinya ke tempat tidurnya lalu istri enggan sehingga suami marah pada malam harinya, maka malaikat melaknatnya sampai waktu Shubuh.” (HR. Bukhori: 11/14)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almawaddah.or.id/?feed=rss2&#038;p=285</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manfaat Angin</title>
		<link>http://almawaddah.or.id/?p=280</link>
		<comments>http://almawaddah.or.id/?p=280#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2011 02:22:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Majalah al-Mawaddah</dc:creator>
				<category><![CDATA[03. Pendidikan Anak Muslim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almawaddah.or.id/?p=280</guid>
		<description><![CDATA[Subhanalloh…segar sekali udara siang hari ini, badanku tidak terasa gerah! Kenapa ya?? Padahal matahari bersinar terang, menyinari permukaan bumi… Tahukah adik-adik apa sebabnya? Penyebabnya adalah karena ada udara yang bergerak yang biasa disebut angin. Angin yang berhembus menerpa tubuh kita membuat tubuh kita segar dan tidak terasa gerah. Tahukah adik-adik, bahwa angin adalah makhluk Alloh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Subhanalloh…segar sekali udara siang hari ini, badanku tidak terasa gerah! Kenapa ya?? Padahal matahari bersinar terang, menyinari permukaan bumi…<br />
Tahukah adik-adik apa sebabnya? Penyebabnya adalah karena ada udara yang bergerak yang biasa disebut angin. Angin yang berhembus menerpa tubuh kita membuat tubuh kita segar dan tidak terasa gerah.</p>
<p>Tahukah adik-adik, bahwa angin adalah makhluk Alloh yang mempunyai manfaat yang banyak bagi manusia, lho!<span id="more-280"></span></p>
<p>Apa saja sih manfaat angin bagi manusia? Baiklah, kakak akan menjelaskan beberapa manfaat angin. Simak baik-baik ya! Adik-adik tahu nelayan kan? Yaitu orang yang pekerjaannya setiap hari mencari ikan di laut dengan menggunakan perahu. Nah, nelayan kalau mencari ikan di laut mereka memanfaatkan angin untuk menggerakkan perahunya, sehingga bisa sampai di laut dan juga bisa pulang ke rumahnya setelah mendapatkan ikan.</p>
<p>Selain bermanfaat bagi nelayan, angin juga bermanfaat buat petani lho, yaitu membantu petani mengairi sawah mereka. Kok bisa ya… bagaimana caranya? Caranya: angin membantu menggerakkan kincir angin yang dibuat petani untuk mengambil air dari dalam sumur. Bila kincir angin itu bergerak maka air dari dalam sumur akan naik ke permukaan kemudian air dialirkan ke sawah.</p>
<p>Ada lagi manfaat angin yang sangat menakjubkan. Ingin tahu tidak? Pasti penasaran. Coba adik-adik perhatikan awan-awan di langit. Awan-awan itu berjalan. Tahukah adik-adik, siapa yang menjalankan awan-awan tersebut? Tentu Alloh. Nah, Alloh  mengutus angin untuk membawa awan-awan itu ke suatu tempat yang dikehendaki Alloh untuk diturunkan hujan di tempat tersebut. Nah itulah adik-adik, beberapa manfaat angin!</p>
<p><strong>Untuk Orang Tua dan Para Pendidik:</strong><br />
1. Ajaklah anak belajar berpikir dengan mengenalkan dan memperhatikan sesuatu yang berada di sekelilingnya. Beri penjelasan kepada mereka manfaatnya bagi manusia. Hal ini akan menumbuhkan rasa kepekaan terhadap lingkungannya dan rasa ingin tahu terhadap sesuatu yang baru bagi mereka.</p>
<p>2. Ajarkan dan pahamkan kepada anak bahwa Alloh  menciptakan sesuatu pasti mengandung hikmah bagi manusia dan tanamkan pada diri anak untuk senantiasa mensyukuri nikmat yang telah diberikan Alloh.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almawaddah.or.id/?feed=rss2&#038;p=280</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ummu Sulaim “Pemilik Mahar Termulia”</title>
		<link>http://almawaddah.or.id/?p=275</link>
		<comments>http://almawaddah.or.id/?p=275#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2011 02:16:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Majalah al-Mawaddah</dc:creator>
				<category><![CDATA[07. Profil Wanita Sejati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almawaddah.or.id/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ustadzah Gustini Ramadhani { al-Mawaddah Edisi 04  Tahun 2 } Rosululloh bersabda: Ketika aku memasuki surga, aku mendengar suara langkah kaki, lalu aku bertanya: “Siapa itu?” Malaikat menjawab: “Itu Ghumaisho’ binti Milhan, ibunda Anas bin Malik.” (HR. Muslim: 4494) Nama aslinya adalah Ghumaisho’ dan juga dipanggil dengan Rumaisho’ binti Milhan dari kaum Anshor, atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Oleh: Ustadzah Gustini Ramadhani</h3>
<p>{ al-Mawaddah Edisi 04  Tahun 2 }</p>
<p>Rosululloh bersabda:</p>
<p><em>Ketika aku memasuki surga, aku mendengar suara langkah kaki, lalu aku bertanya: “Siapa itu?” Malaikat menjawab: “Itu Ghumaisho’ binti Milhan, ibunda Anas bin Malik.” (HR. Muslim: 4494)</em></p>
<p>Nama aslinya adalah Ghumaisho’ dan juga dipanggil dengan Rumaisho’ binti Milhan dari kaum Anshor, atau yang lebih dikenal dengan kunyahnya yaitu Ummu Sulaim . Ia adalah sosok wanita yang selalu dekat dengan Rosululloh. <span id="more-275"></span></p>
<p>Sungguh besar sekali rasa ghibthoh(1) Ghumaisho’ binti Milhan saat melihat orang-orang menyambut kedatangan Rosululloh yang hijrah dari Makkah tiba di Madinah. Mereka menemui beliau dengan membawa hadiah sebagai ucapan selamat datang. Ia berpikir apa yang akan ia hadiahkan kepada Rosululloh, sedangkan ia tidak memiliki harta yang dapat dihadiahkan, sebab ia hanya seorang janda miskin yang ditinggal mati suaminya. Suaminya hanya meninggalkan untuknya seorang putra, … sampai di sini pikiran Ghumaisho’ tersentak, sadar bahwa ternyata ia memiliki sesuatu yang sangat berharga. Ya, …seorang putra! Ia berpikir mengapa tidak ia hadiahkan saja putranya, Anas, yang sedari kecil telah Rosululloh talqinkan dua kalimat syahadat kepadanya, sehingga membuat suaminya, Malik bin Nadhor, yang musyrik menjadi marah dan menghardiknya (seraya berkata): “Jangan engkau hancurkan kehidupan anakku!” Ummu Sulaim membantah: “ Justru sebaliknya, saya menyelamatkannya.”</p>
<p><em>____________________________________________________________</em></p>
<p><em></em>(1)“ Ghibthoh adalah perasaan iri terhadap orang lain dalam berbuat kebaikan dan amal sholih. Iri seperti ini dibolehkan dalam agama. (lihat Shohih Bukhori hadits no. 73 dalam Kitabul Ilmi).</p>
<p>Semenjak itulah suaminya pergi meninggalkannya sampai ia meninggal di negeri Syam.</p>
<p>Dengan menggandeng Anas kecil, Ummu Sulaim menuju kediaman Rosululloh. Tatkala bertemu dengan Rosululloh, Ummu Sulaim mengucapkan salam dan ucapan selamat datang, lalu ia berkata: “Wahai Rosululloh, semua orang Anshor, laki-laki dan perempuan telah memberimu hadiah, sedangkan aku tidak mempunyai sesuatu yang berharga untuk kuhadiahkan kepadamu selain putraku ini. Ambillah ia menjadi pelayanmu.” Rosululloh memandang Anas dengan kasih sayang dan dengan lembut sembari mengelus rambutnya. Beliau menerima Anas yang baru berumur sepuluh tahun itu dengan gembira.</p>
<p>Sebagai janda yang cantik, cerdas dan baik akhlaknya, tidak heran bila Ummu Sulaim menjadi janda kembang yang menjadi incaran para lelaki. Abu Tholhah (Zaid bin Sahal) ketika mendengar bahwa Ummu Sulaim telah menjadi janda, ia langsung mendatanginya untuk melamarnya menjadi istri. Ia khawatir ada orang lain yang mendahuluinya. Namun, impiannya untuk menjadikannya sebagai istri melayang terbawa angan-angan. Ia yakin Ummu Sulaim tak akan menolaknya karena ia adalah seorang bangsawan yang kaya raya, di samping itu ia juga seorang ksatria mumpuni dan ahli memanah. Dengan tekad yang bulat, Abu Tholhah menemui Ummu Sulaim di rumahnya, lalu dengan sopan ia meminta izin masuk. Di rumah itu ia disambut oleh Ummu Sulaim dan putranya, Anas. Tidak lama setelah itu, ia langsung mengajukan lamaran, lantas Ummu Sulaim pun menjawab: “Orang sepertimu tak mungkin ditolak, hanya saja saya tidak boleh menikah dengan orang kafir.”</p>
<p>Abu Tholhah mengira bahwa Ummu Sulaim hanya mencari alasan saja dan telah ada lelaki lain yang lebih kaya atau lebih terhormat darinya yang lebih dahulu melamarnya. Lalu ia berkata kepadanya: “Apa alasanmu tidak menerima pinanganku? Apa kamu ingin emas dan perak?” Ummu Sulaim bertanya keheranan: “Emas dan perak?” Abu Tholhah menjawab: “Benar.” Ummu Sulaim berkata: “Sama sekali bukan karena itu. Demi Alloh, jika engkau mau masuk Islam maka aku rela menjadi istrimu, dan ke-Islamanmu menjadi mahar bagiku, bukan emas dan perak.”</p>
<p>Ketika mendengar ucapan Ummu Sulaim, seketika itu Abu Tholhah teringat berhalanya yang terbuat dari kayu yang biasa ia sembah di rumah. Ummu Sulaim tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, lantas ia berkata: “Wahai Abu Tholhah, apakah engkau tidak tahu bahwa Ilah yang engkau sembah selain Alloh itu hanyalah sekedar kayu yang tumbuh dari bumi?” Ia menjawab: “Benar.” Ummu Sulaim melanjutkan: “Apakah engkau tidak merasa malu menyembah sebatang kayu yang engkau jadikan sebagai Ilah, sedang orang lain menjadikannya sebagai kayu bakar untuk menghangatkan badan atau memasak roti. Wahai Abu Tholhah, jika engkau masuk Islam, aku akan rela menjadi istrimu dan aku tidak menginginkan mahar selainnya.” Abu Tholhah terdiam sejenak, lalu berkata: “Bagaimana caranya?” Ia menjawab: “Dengan mengucapkan: Asyhadu Allaa Ilaaha Illalloh wa Anna Muhammadan Rosululloh.” Dengan dua kalimat syahadat itulah, akhirnya Abu Tholhah menikahi Ummu Sulaim, yang mana tak ada mahar yang paling mulia dari mahar Ummu Sulaim.</p>
<p>Rumah Ummu Sulaim adalah satu-satunya tempat yang dimasuki Rosululloh selain rumah istri-istri beliau. Pernah ditanyakan kepada Rosululloh mengapa beliau sering berkunjung ke rumah Ummu Sulaim, maka beliau menjawab: “Aku kasihan kepadanya karena saudaranya(2) terbunuh bersamaku.” Suatu kali, ketika ia datang berkunjung, beliau melihat putra Abu Tholhah yang bergelar Abu Umair sedang bersedih. Lantas beliau bertanya kepada Ummu Sulaim: “Mengapa Abu Umair bermuka masam?” Ummu Sulaim menjawab: “Karena burungnya yang bernama Nughoir mati.” Kemudian Rosululloh menemuinya dan berkata: “Wahai Abu Umair, apa yang terjadi pada Nughoir?”(3)</p>
<p><em>_________________________________</em></p>
<p><em></em> (2). Yaitu Harom bin Milhan yang terbunuh di sumur Ma’unah.</p>
<p>(3)  Dalam pertanyaan Rosululloh kepada Abu Umair ini terdapat penjelasan bagi kita tentang bagaimana sifat kasih sayang Rosululloh. Beliau sebagai manusia yang paling mulia juga bercengkrama dengan anak-anak. Lalu bagaimana dengan kita?</p>
<p>Setelah kejadian itu, Abu Umair jatuh sakit. Ketika Abu Tholhah tidak di rumah, anak kesayangannya itu meninggal. Kemudian Ummu Sulaim memandikan dan mengafaninya, lalu menutupinya dengan kain. Kemudian berkata kepada keluarganya: “Jangan kalian beritahukan kepada Abu Tholhah, biarlah aku sendiri yang mengabarinya.”</p>
<p>Ketika Abu Tholhah datang, Ummu Sulaim memakai wewangian dan berhias, lalu menghidangkan makan malam. Setelah makan, Abu Tholhah bertanya kepada Ummu Sulaim: “Bagaimana keadaan Abu Umair?” Ia menjawab: “Ia telah tenang sekarang.” Setelah itu, Abu Tholhah menggauli istrinya.</p>
<p>Setelah selesai, Ummu Sulaim berkata: “Wahai Abu Tholhah, bagaimana pendapatmu bila satu keluarga dipinjami sebuah titipan, lalu pemiliknya memintanya kembali, apakah mereka harus mengembalikannya atau mempertahankan?” Abu Tholhah menjawab: “Mereka harus mengembalikannya.” Ummu Sulaim berkata: “Abu Umair telah meninggal, maka bersabarlah.”</p>
<p>Dengan marah Abu Tholhah menghadap Rosululloh dan menceritakan semua kejadian itu. Lalu Rosululloh berkata: “Semoga Alloh memberkahi malam kalian.” Setelah itu Ummu Sulaim hamil dan melahirkan seorang bayi laki-laki. Kemudian Anas membawanya kepada Rosululloh, lalu Rosululloh mentahniknya dengan kurma, dan dengan lahapnya bayi itu mengulum kurma yang dimasukkan ke mulutnya. Rosululloh berkata: “Perhatikanlah, bagaimana sukanya kaum Anshor terhadap kurma.”</p>
<p>Beliau kemudian menamainya Abdulloh, dan tidak ada generasi Anshor yang lebih bagus darinya. Diriwayatkan bahwa Abdulloh bin Tholhah mempunyai tujuh orang anak laki-laki yang semuanya hafal al-Quran.</p>
<p>Dalam hal keberanian, Ummu Sulaim juga memiliki peran yang sangat mengagumkan. Ketika terjadi Perang Hunain, ia keluar membawa sebilah belati. Lalu Abu Tholhah mengadukan hal itu kepada Rosululloh: “Wahai Rosululloh, Ummu Sulaim membawa belati.” Mendengar itu, Ummu Sulaim langsung berdalih: “Wahai Rosululloh, aku membawanya bila ada orang musyrik yang mendekatiku, maka aku akan membelek isi perutnya.”</p>
<p>Semoga Alloh meridhoi Ummu Sulaim, Ghumaisho’ binti Milhan .</p>
<p>Referensi:</p>
<p>1. Siyaru A’laamin Nubalaa</p>
<p>2. Al-ishobah fi Ma’rifat Ash-haab</p>
<p>3. Sifatus Shofwah</p>
<p>4. Suwarun min Hayaat ash-Shohaabah</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almawaddah.or.id/?feed=rss2&#038;p=275</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terapi Sakit Gigi</title>
		<link>http://almawaddah.or.id/?p=270</link>
		<comments>http://almawaddah.or.id/?p=270#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2011 01:48:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Majalah al-Mawaddah</dc:creator>
				<category><![CDATA[11. Konsultasi Pengobatan Alami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almawaddah.or.id/?p=270</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Tim Nukhba SOAL: Assalamu’alaikum. Sudah satu tahun lebih suami saya terkena sakit gigi pada gigi kiri bagian atas, tetapi tanpa disertai lubang. Hasil pemeriksaan dokter menyatakan bagus. Berbagai macam usaha hingga obat-obatan herbal telah dilakukan, tetapi belum ada perubahan. Apakah ramuan yang bisa dipakai untuk mengobati sakit gigi? Suami ana sering pingsan karena tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Tim Nukhba</strong></p>
<p><strong>SOAL:</strong> Assalamu’alaikum. Sudah satu tahun lebih suami saya terkena sakit gigi pada gigi kiri bagian atas, tetapi tanpa disertai lubang. Hasil pemeriksaan dokter menyatakan bagus. Berbagai macam usaha hingga obat-obatan herbal telah dilakukan, tetapi belum ada perubahan. Apakah ramuan yang bisa dipakai untuk mengobati sakit gigi? Suami ana sering pingsan karena tidak tahan merasakan sakit. Mohon jawaban, terima kasih.</p>
<p>(Ummu Naufal, Bumi Alloh, 08131100xxxx)<span id="more-270"></span></p>
<p><strong>JAWAB:</strong><br />
Wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh. Semoga memuliakan kita semua. Masalah yang dikeluhkan suami Anda memang cukup rumit dan perlu sedikit kesabaran. Sakit gigi yang dialami suami Anda tidak sebagaimana yang terjadi pada keumuman orang. Namun, semua itu tidak menutup kemungkinan adanya jalan kesembuhan. Berdo’alah agar memudahkan urusan kita.<br />
Perlu diketahui bahwa ada tujuh organ yang memiliki hubungan dengan gigi, yaitu: mata, hidung, tenggorokan, dada, lambung, ginjal dan kedua lutut kaki. Ketujuh organ ini memiliki hubungan timbal-balik, seperti telapak kaki dengan organ bagian dalam. Sekilas dari keluhan yang Anda sampaikan, ginjal suami Anda sepertinya ada sedikit kelainan, yaitu pada sistem jaringan ginjalnya, baik pada tulang kaki, tulang punggung maupun pada sistem pembuangannya. Bisa jadi ginjal suami Anda normal, tetapi bila diperiksa sistemnya mungkin akan didapati beberapa kelainan tersebut. Hal ini sangat nampak dari rasa nyeri yang berlebihan yang hanya terjadi pada saat sakit gigi dan sangat berbeda dengan jika ginjalnya yang sakit. Karena nyeri pada kasus sakit ginjal akan terasa menyebar dari perut sampai mengarah ke pinggang. Sehingga jika Anda telah menemukan kelainan pada salah satu dari ketujuh organ tersebut, lakukan perbaikan pada organ tersebut saja, bukan pada gigi, baik dengan memperhatikan kebersihan, jenis dan pola makan maupun dengan cara terapi yang lainnya. Sebab yang sakit dan sumber rasa sakit itu sebenarnya bukan pada gigi, namun dari organ yang mengalami kelainan tersebut.</p>
<p><strong>Terapi Sakit Gigi</strong></p>
<p>Sebelum Anda memilih obat umum atau obat herbal tertentu, ada baiknya Anda pertimbangkan dahulu hal-hal berikut ini:<br />
1. Lakukan tes kesehatan gigi untuk mengetahui apakah gigi Anda sudah rapuh ataukah masih kuat. Caranya adalah dengan berkumur-kumur. Ambillah air yang sangat dingin (jika tidak ada bisa diganti dengan air es) kemudian berkumurlah agak lama. Jika Anda merasakan ‘ngilu’ sekali, berarti gigi Anda ada yang rapuh. Jika gigi Anda memang benar rapuh, lakukan pembekaman pada daerah dagu atau daerah cabang gigi. Hal ini sangat bermanfaat. Insya Alloh.</p>
<p>2. Wallohu A’lam, setahu kami obat sakit gigi yang paling mujarab adalah dengan pembekaman pada daerah dagu selama sakit gigi tersebut tidak ada hubungannya dengan organ yang lainnya. Karena sedikitnya informasi yang kami terima, kami menyarankan Anda melakukan pembekaman pada daerah dagu. Namun, jika tidak berhasil, kemungkinan besar ada masalah pada salah satu di antara ketujuh organ tersebut. Oleh sebab itu, perlu dilakukan pembekaman gabungan, yaitu pada daerah dagu dan pada daerah yang bisa memperbaiki kelainan yang berhubungan dengan salah satu atau lebih dari ketujuh organ tersebut, misalnya daerah lutut atau pinggang.</p>
<p>3. Ramuan herbal tidak mampu menghilangkan rasa sakit pada saat gigi yang sedang kambuh. Oleh karena itu, jika Anda ingin menggunakan ramuan herbal, sebaiknya Anda lakukan secara rutin meskipun sudah sembuh, minimal setiap dua bulan.</p>
<p><strong>Saran-saran</strong></p>
<p>1. Pada saat sakit gigi kambuh, jangan sekali-kali memegang gigi yang sedang sakit, karena jika Anda tidak ahli dalam hal ini maka akan menyebabkan gusi gigi tersebut bengkak. Demikian pula jangan menyentuh daerah dagu atau memijatnya, karena hal itu akan mengganggu denyut darah yang menyebabkan rasa sakit yang luar biasa. Namun, apabila Anda sudah ahli dan biasa memijat maka pijatlah pada bagian tengah dalam dagu dengan cara sebagaimana pemijatan refleksi; tahan dua menit kemudian lepaskan. Hal ini bisa sedikit mengurangi rasa nyeri pada gigi, meski tidak bertahan lebih dari tiga jam.</p>
<p>2. Minumlah obat ketika nyeri baru terasa. Hindari sistem pengobatan yang hanya dilakukan pada saat sakit saja. Jika Anda terbiasa menggunakan obat kimia maka gunakanlah obat kimia, namun kami sarankan sesudah Anda sembuh usahakan banyak makan semangka untuk mengurangi racun di dalam tubuh sehingga Anda bisa memakai dosis obat yang lebih rendah atau bisa berpindah ke cara pengobatan tradisional, baik dengan obat herbal maupun pijat.</p>
<p>3. Untuk sementara hindarilah makanan atau minuman yang mengandung gula dan pemanis buatan termasuk susu manis. Sebagai gantinya, Anda bisa mengonsumsi rasa manis alami, seperti buah semangka atau mangga.</p>
<p>4. Jangan minum minuman yang panas. Jika Anda minum minuman panas, jangan sekali-kali disertai dengan minum air dingin atau es secara beruntun, atau sebaliknya.</p>
<p>5. Hindari konsumsi es secara berlebihan.</p>
<p>Wallohu A’lam, demikian yang bisa kami sampaikan. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua, Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almawaddah.or.id/?feed=rss2&#038;p=270</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cacingan Pada Anak</title>
		<link>http://almawaddah.or.id/?p=267</link>
		<comments>http://almawaddah.or.id/?p=267#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2011 01:45:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Majalah al-Mawaddah</dc:creator>
				<category><![CDATA[11. Konsultasi Pengobatan Alami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almawaddah.or.id/?p=267</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Tim Nukhba ( al-Mawaddah Edisi 01 Tahun 2 ) SOAL: Assalamu’alaikum. Saya mau tanya, bagaimana cara mengatasi cacingan pada anak di bawah usia 12 tahun menggunakan obat alami? (Ummu Khofiyya, Solo, 08132949xxxx) JAWAB: Wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh, semoga memuliakan kita semua. Masalah cacingan memang identik dengan dunia batita dan anak-anak. Meski demikian, tidak jarang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3>Oleh : Tim Nukhba</h3>
<p>( al-Mawaddah Edisi 01 Tahun 2 )</p>
<p><strong>SOAL: </strong>Assalamu’alaikum. Saya mau tanya, bagaimana cara mengatasi cacingan pada anak di bawah usia 12 tahun menggunakan obat alami?<br />
(Ummu Khofiyya, Solo, 08132949xxxx)</p>
<p><span id="more-267"></span></p>
<p><strong>JAWAB:</strong></p>
<p>Wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh, semoga memuliakan kita semua. Masalah cacingan memang identik dengan dunia batita dan anak-anak. Meski demikian, tidak jarang orang dewasa yang terkena cacingan. Bagaimanapun sempurnanya penjagaan terhadap anak, namun apabila anak sering dibiarkan bermain dengan tanah, maka kemungkinan anak terkena cacingan lebih besar daripada mereka yang tidak suka bermain dengan tanah. Ibaratnya, cacing merupakan musuh tersembunyi di balik tanah bagi anak-anak. Sehingga wajar jika penggunaan obat cacing disarankan untuk diminum setiap 6 bulan sekali.</p>
<p><strong>Efek Cacingan Bagi Tubuh</strong></p>
<p>Sudah dimaklumi bahwa keberadaan cacing di dalam perut kita pasti membawa pengaruh bagi tubuh. Besar kecilnya pengaruh tersebut tergantung jenis atau tipe cacing itu sendiri yang meliputi faktor usia cacing, ukuran, dan di organ mana cacing bersarang dalam tubuh kita.<br />
Jenis cacing yang ganas −seperti cacing pita dan cacing tambang− sudah tentu akan menimbulkan masalah lebih besar daripada pengaruh yang ditimbulkan oleh jenis cacing yang tidak ganas. Apalagi jika cacing ganas tersebut masih berusia muda dan berukuran besar.</p>
<p>Cacingan sering diidentikkan dengan kejanggalan yang ditandai dengan adanya penurunan berat badan dan nafsu makan yang berkepanjangan. Biasanya juga disertai dengan bertambah rewelnya anak. Hal itu karena cacingan sering menjadi penyebab sakit perut dan diare, yaitu apabila cacing hanya berada dalam usus. Namun, jika cacing berada pada daerah usus bagian atas (dekat hati atau lambung) maka akan menyebabkan batuk dan mual pada perut. Yang harus kita ketahui juga ialah bahwa gerakan cacing bisa menyebabkan hancurnya kotoran-kotoran yang ada di dalam usus yang pada akhirnya usus akan terinfeksi, yang mana hal tersebut menyebabkan ginjal, hati, empedu dan lambung tidak mampu bekerja dengan semestinya, apalagi dengan bertambahnya lendir-lendir yang dikeluarkan oleh tubuh. Sehingga wajar jika penyakit cacingan akan menyebabkan sering sakit perut, susah makan dan diare.<br />
Selain itu, cacingan juga menyebabkan penurunan nafsu makan dan berat badan serta berkurangnya kekebalan tubuh sehingga tubuh menjadi lemah dan rentan terhadap penyakit.</p>
<p><strong>Diagnosa Cacingan Pada Anak</strong></p>
<p>Gejala cacingan yang pasti pada anak-anak memang sulit diketahui karena sangat sulitnya membedakan antara sakit cacingan dengan sakit lainnya yang menimbulkan keluhan sangat mirip dengannya. Tentu salah satunya disebabkan oleh komunikasi yang tidak baik antara kita dengan anak-anak, selain bahwa hampir semua keluhan cacingan, gejalanya juga nampak pada anak-anak yang sedang sakit lainnya; seperti batuk-batuk, muntah-muntah, rewel, mencret, perut kembung, susah makan dan sebagainya. Oleh sebab itu, penentuan diagnosanya agak sulit, sehingga tidak mudah bagi kita untuk mengatakan seorang anak terkena cacingan atau sakit yang lain.<br />
Cara lain untuk mendiagnosa cacingan pada anak ialah dengan melihat struktur kotorannya tatkala berak atau dengan melihat cairannya tatkala muntah; apakah ada cacingnya atau juga telur-telurnya. Namun, usaha ini juga sangat sulit bagi mereka yang tidak terbiasa mengontrol kotoran anak-anaknya, karena bentuk telur cacing tidak mudah dikenali, terutama bagi yang belum pernah tahu bentuk telur cacing.<br />
Meskipun demikian, tidak ada salahnya jika kita memberi obat cacing pada anak kita yang sedang mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan di atas. Sebab, pada umumnya dosis obat cacing sangat rendah, pedoman dasar pengobatannya adalah jika muntahan anak ada cacingnya berarti cacingnya sudah dewasa, namun jika anak hanya sering batuk-batuk atau mencret maka cacingnya masih kecil.</p>
<p><strong>Bagaimana Cara Mengobati Cacingan</strong></p>
<p>Pengobatan cacingan bisa Anda lakukan menggunakan obat-obatan yang ada di pasaran umum. Silakan pilih obat-obatan yang sudah Anda kenal di pasaran. Selain mudah didapat, harganya pun cenderung lebih murah dengan kualitas yang lumayan.<br />
Namun, jika Anda menginginkan obat-obatan alami, Anda bisa menggunakan minyak zaitun, biji pepaya, minyak kelapa murni, atau parutan kelapa. Caranya: gunakanlah parutan kelapa atau minyak kelapa yang dicampur dengan minyak zaitun. Jika Anda kesulitan mendapatkan minyak zaitun maka cukup dengan kelapa atau minyak kelapa saja. Dan yang perlu diketahui, ramuan tersebut −kelapa atau minyaknya− tidak bisa mematikan cacing, tetapi hanya mengusir atau mengeluarkannya saat berak atau di luar berak.</p>
<p><strong>Efek Pengobatan Cacing</strong></p>
<p>Pengobatan pada kasus cacingan bisa menimbulkan efek yang berbeda. Bisa jadi setelah diobati, cacing akan mati dan keluar bersama dengan keluarnya kotoran. Jika cacing tidak mati maka akan menyebabkan mencret atau diare, baik karena akibat dari kerusakan yang ditimbulkan oleh si cacing yang sedang marah maupun karena obatnya yang kurang cocok. Kemungkinan lain, cacing akan keluar dalam keadaan masih hidup, baik saat berak maupun saat tidak berak (seperti pengobatan dengan kelapa atau minyak zaitun).</p>
<p><strong>Pencegahan Cacingan</strong></p>
<p>Pencegahan cacingan yang kita lakukan tidak bisa terlepas dari masalah yang berhubungan dengan faktor penyebaran telur-telur cacing. Cara yang terbaik adalah dengan menghindari sumber telur maupun cacing sebisa mungkin. Berasal dari memelihara kebersihan makanan dan area tempat bermain balita maupun anak-anak. Ajarilah balita Anda dan biasakanlah hidup bersih, cucilah tangannya sebelum makan, dan yang terpenting adalah jauhkan anak dari permainan menggunakan media tanah sebisa mungkin apabila memang terdapat tanda-tanda yang mengkhawatirkan.<br />
Demikian yang bisa kami sampaikan. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua, Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almawaddah.or.id/?feed=rss2&#038;p=267</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Renyahnya Rezeki Kerupuk Rambak</title>
		<link>http://almawaddah.or.id/?p=262</link>
		<comments>http://almawaddah.or.id/?p=262#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2011 01:30:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Majalah al-Mawaddah</dc:creator>
				<category><![CDATA[12. Terampil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almawaddah.or.id/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[Berbicara tentang kerupuk rambak mengingatkan kita pada para penjual asongan di bus-bus kota yang naik turun bus sambil melantunkan kalimat tawaran yang khas: “Rambak, rambak, rambak … kerupuk rambak, rambak, rambak….” Begitu kurang lebihnya. Namun apakah kerupuk rambak yang bahannya dari kulit sapi, kerbau, atau kambing ini hanya untuk sekelas pedagang asongan? Ternyata tidak. Kerupuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berbicara tentang kerupuk rambak mengingatkan kita pada para penjual asongan di bus-bus kota yang naik turun bus sambil melantunkan kalimat tawaran yang khas: “Rambak, rambak, rambak … kerupuk rambak, rambak, rambak….” Begitu kurang lebihnya.</p>
<p>Namun apakah kerupuk rambak yang bahannya dari kulit sapi, kerbau, atau kambing ini hanya untuk sekelas pedagang asongan? Ternyata tidak. Kerupuk rambak selain merambah warung dan kedai makan kecil-kecilan, ia juga lekat dengan depot makan kelas menengah ke atas, bahkan biasa ‘nongkrong’ di etalase minimarket sampai supermarket sekalipun. Ini artinya kerupuk rambak sangat supel dan fleksibel, ia akan menduduki kelas pasar sesuai kehendak orang yang menerampilinya.<span id="more-262"></span></p>
<p>Mengapa kita tidak mencoba menerampilinya untuk kita dudukkan di kelas yang kita kehendaki? Anda ingin mencoba? Ikuti resep sederhana pembuatannya berikut ini.</p>
<p><strong>Bahan-bahan</strong><br />
• Kulit sapi 1 kg<br />
• Bawang putih ¼ ons<br />
• Garam ½ ons<br />
• Gula ¼ ons<br />
• Air kapur secukupnya</p>
<p><strong>Proses Pembuatan</strong></p>
<p>• Rendam kulit sapi dalam air kapur selama 48 jam, lalu keroklah (hilangkan) bulu-bulunya dengan pisau. Kulit yang sudah bersih lalu dijemur dengan membentangkannya (lihat gambar). Bila sudah kering potonglah kulit dengan gunting besar dengan ukuran 3 cm × 5 cm atau sesuai selera. Ingat, potongan juga mempengaruhi penampilan kerupuk yang akan berpengaruh pada daya tarik konsumen.</p>
<p>• Haluskan bawang putih, garam, dan gula. Lalu rebuslah potongan kulit dan tambahkan bumbu yang sudah dihaluskan tadi. Biarkan sampai kulit masak (tandanya kulit tampak transparan). Angkat dan tiriskan, lalu jemur sampai kering.</p>
<p>• Kerupuk rambak mentah siap digoreng. Penggorengan tahap pertama dilakukan di atas api kecil (minyak jangan sampai mendidih/bergejolak) hingga kerupuk agak mekar lalu angkat dan tiriskan.</p>
<p>• Penggorengan tahap kedua dilakukan di atas api besar sehingga minyak goreng mendidih/bergejolak. Penggorengan di atas api besar ini untuk menghasilkan kerupuk yang matang dan mekarnya optimal.</p>
<p>• Setelah mekar dan matang, angkat lalu tiriskan. Setelah dingin, kerupuk rambak siap dikemas dan siap dipasarkan.</p>
<p><em>Catatan:<br />
</em>Untuk mendapatkan kulit sapi, anda bisa menghubungi RPH (rumah potong hewan) setempat yang bersertifikat dan tepercaya kehalalannya (lihat kembali Kiat Memilih Daging yang Sehat dan Halal pada Edisi 6 Th. 1).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almawaddah.or.id/?feed=rss2&#038;p=262</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadi Santri di Usia Tua</title>
		<link>http://almawaddah.or.id/?p=258</link>
		<comments>http://almawaddah.or.id/?p=258#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2011 01:19:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Majalah al-Mawaddah</dc:creator>
				<category><![CDATA[13. Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almawaddah.or.id/?p=258</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Abu &#38; Ummu Hisyam al-Kadiri Dan adapun terhadap nikmat-nikmat dari Robb-mu, maka ceritakanlah. (QS. adh-Dhuha [93]: 11) ******* Sebagai seorang hamba yang amat fakir dan sangat membutuhkan pertolongan-Nya kami takut tertimpa riya’, ujub atau bangga diri. Akan tetapi, sebagai hamba yang senantiasa diberi curahan nikmat oleh Alloh , limpahan rezeki-Nya, petunjuk dan hidayah-Nya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh : Abu &amp; Ummu Hisyam al-Kadiri</strong></p>
<p><strong>Dan adapun terhadap nikmat-nikmat dari Robb-mu, maka ceritakanlah.<br />
(QS. adh-Dhuha [93]: 11)</strong></p>
<p>*******</p>
<p>Sebagai seorang hamba yang amat fakir dan sangat membutuhkan pertolongan-Nya kami takut tertimpa riya’, ujub atau bangga diri. Akan tetapi, sebagai hamba yang senantiasa diberi curahan nikmat oleh Alloh , limpahan rezeki-Nya, petunjuk dan hidayah-Nya, pertolongan dan belas kasih-Nya; maka kami akan ceritakan salah satu nikmat tersebut.</p>
<p>Impian yang indah adalah sebuah kenikmatan, lebih-lebih jika impian itu menjadi kenyataan. Sekitar empat tahun silam kami bercita-cita untuk tholabul ilmi (menuntut ilmu agama) dengan lebih intensif, yaitu dengan ‘mondok’ di sebuah pesantren. Sebenarnya jauh sebelumnya keinginan itu sudah ada, sebab kami menyadari betapa bodohnya diri ini terhadap dienulloh (agama Alloh) yang agung ini.<span id="more-258"></span></p>
<p>Kami (ana dan juga istri) dilahirkan bukan dari lingkungan yang agamis apalagi salafi. Masa muda kami habis untuk mempelajari pelajaran yang sekarang kurang kami rasakan manfaatnya, mulai dari SD hingga Perguruan Tinggi. Namun alhamdulillah, segala puji bagi Alloh, Robb semesta alam, Alloh berkehendak untuk memberi hidayah kepada kami. Kami mengenal salafi ketika kami sudah memiliki dua anak. Kami ikuti kajian salaf dari masjid ke masjid dan membaca buku-buku bernuansa Islami. Betapa kami telah menemukan keagungan dan keindahan Islam yang sempurna ini, dan kami merasa semakin bodoh dan fakir dalam ilmu dien ini. Terbayang dalam pikiran seandainya masa muda bisa kembali, kan ku pelajari semua ilmu dien ini.</p>
<p>Tapi, tiada yang perlu disesali. Ilmu bukanlah hak kaum muda saja, kami terus berusaha tholabul ilmi semampunya sambil mengurus keluarga. Impian untuk bisa intensif belajar agama seperti ketika mempelajari pelajaran umum di bangku sekolah dulu tidak bisa terhapus dalam benak ini. Tapi apa hendak di kata, anak sudah empat, dengan bekerja pagi-sore saja penghasilan pas-pasan untuk biaya pendidikan anak-anak. Bagaimana lagi jika mondok???</p>
<p>Do’a. Ya, do’a. Itulah senjata paling handal seorang muslim. Kami meminta kepada Dzat yang Mahakaya dan Maha Berkehendak. Setelah itu alhamdulillah, Alloh ilhamkan kepada kami sebuah ide bagus untuk merealisasikan impian kami itu. Apa gerangan?</p>
<p>Syirkah (persekutuan/kerjasama antara pemodal dengan pengelola). Kami mengajak dua orang semanhaj yang bercita-cita sama untuk membangun sebuah bisnis atau syirkah, yang nantinya bila sudah dapat dipetik hasilnya akan kami gunakan untuk membiayai secara bergantian salah satu keluarga di antara kami untuk mondok sekeluarga dengan biaya sepenuhnya oleh perusahaan tersebut.</p>
<p>Kenapa kami memilih cara ini? Dengan syirkah kita akan lebih selamat dan hati-hati, tidak sembarangan dalam memakai uang karena bukan milik pribadi. Selain itu, memungkinkan bagi kita untuk saling bergantian dalam mengelola usaha maupun dalam tholabul ilmi nantinya. Di sisi lain, kita akan dapat lebih sabar dan ulet dalam menjalankan usaha terutama saat-saat krisis di awal-awal usaha. Kita tanggung bersama suka dan duka.</p>
<p>Tekad semakin bulat. Dengan modal yang amat kecil kami bertiga merakit bisnis. Mengingat kami masih awam dalam dunia usaha, maka kami beli buku-buku dan majalah-majalah bisnis untuk bekal awal. Selain itu, kami juga sering mendatangi pengusaha-pengusaha yang sukses untuk berkonsultasi.</p>
<p>Awalnya bisnis kami mengalami kebangkrutan, kemudian dengan pertolongan-Nya, Alloh ilhamkan kepada kami sebuah bisnis kecil tetapi berpotensi besar untuk berkembang dan keuntungannya cukup besar.</p>
<p>Bulan berganti bulan, alhamdulillah bisnis kami berkembang pelan tapi pasti. Menginjak tahun ketiga (2007), setelah dihitung-hitung, ternyata laba bulanan perusahaan sudah cukup untuk membiayai satu keluarga untuk tholabul ilmi walaupun dengan standar hidup sederhana. Kami bicarakan rencana kami untuk mondok dengan anak-anak, awalnya mereka ragu karena khawatir pendidikannya tidak bisa berlanjut karena Abahnya (Bapaknya) mondok, tidak bekerja. Kami yakinkan bahwa Alloh Mahakaya, mampu memberi rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka. Alhamdulillah, mereka bisa menerima dan mau bersiap-siap untuk hidup lebih sederhana, bahkan sempat menghadiahkan untuk kami buku kecil yang berjudul ‘Perjalanan Ulama dalam Menuntut Ilmu’ karya Abu Anas Majid al-Bankani, buku yang sangat berkesan bagi kami waktu itu dan semakin membuat bulat tekad kami untuk segera memulai rihlah (menempuh jalan) untuk tholabul ilmi.</p>
<p>Akhirnya kami pun berangkat sekeluarga, meninggalkan kampung halaman. Rumah idaman yang telah kami bangun untuk sementara kami tinggalkan, menuju pondok pesantren al-Furqon, Gresik. Kami mulai dengan mengikuti dauroh (Kajian Khusus) Bahasa Arab tahun 2007, padahal anak kami yang kedua telah mengikuti dauroh yang sama pada tahun 2006 dengan kelas/tingkatan yang sama pula.</p>
<p>Awalnya terasa agak aneh juga. Kami duduk sebangku dengan anak-anak yang usianya di bawah 20 tahunan, seusia dengan anak kami. Tapi masya Alloh, rasa nikmat mendapat ilmu dien tidak bisa kami lukiskan, bahkan membuat kami merasa benar-benar ‘seperti muda’. Kesulitan fisik yang ada, yaitu adaptasi dengan tempat tinggal yang baru, rumah yang lebih kecil, perabot yang lebih sederhana, pola hidup yang lebih sederhana dan kondisi air yang kurang bersahabat dengan kulit anak dan istri, seperti tidak terasa karena saking besarnya kenikmatan yang Alloh berikan itu.</p>
<p>Subhanalloh, sungguh kenikmatan menuntut ilmu agama di usia tua ini sulit kami gambarkan. Ibarat orang yang sudah lama menunggu datangnya kekasih, lalu tibalah saat perjumpaan. Hari-hari indah penuh makna kami jalani. Taman-taman bunga dari majelis ilmu kami singgahi.</p>
<p>Tambahnya ilmu pengetahuan dienulloh yang murni ini, kenikmatannya tiada tara, belum pernah kami merasakan kenikmatan seperti ini sebelumnya, tidak seperti makanan yang jika kita makan setiap hari akan bosan, tidak pula seperti baju baru yang jika kita pakai setiap hari akan lusuh. Sungguh, kami katakan, “Seseorang tidak akan dapat merasakan cita-rasa lezatnya agama yang suci ini dengan tanpa mengambilnya dari sumber-sumber aslinya yang berbahasa Arab”.</p>
<p>Kini, alhamdulillah anak dan istri juga ‘nyantri’ semua, tholabul ilmi syar’i. Dan kami ingin tetap dalam jalan tholabul ilmi hingga maut menjemput, insya Alloh. Dan insya Alloh tahun ajaran baru mendatang salah satu rekan syirkah kami sekeluarga akan menyusul kami, karena alhamdulillah usaha kami kini sudah cukup untuk membiayai dua keluarga. Dan semoga rekan kami yang ketiga juga bisa segera menyusul.</p>
<p>Segala puji bagi-Mu, ya… Alloh, atas segala nikmat-Mu yang tak kan mampu kami hitung. Semoga Alloh juga akan memberikan kesempatan kepada Anda, para pembaca al-Mawaddah, untuk dapat menuntut ilmu syar’i dengan washilah (perantara) bisnis syirkah Anda bersama rekan seiman. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almawaddah.or.id/?feed=rss2&#038;p=258</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesepian Ditinggal Suami ke Luar Negeri</title>
		<link>http://almawaddah.or.id/?p=252</link>
		<comments>http://almawaddah.or.id/?p=252#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2011 01:06:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Majalah al-Mawaddah</dc:creator>
				<category><![CDATA[09. Konsultasi Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[13. Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almawaddah.or.id/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[SOAL: Assalamu’alaikum. Ustadz, bolehkah seorang suami meninggalkan istrinya untuk bekerja selama dua tahun ke luar negeri? Bagaimana dengan hadits tentang seorang wanita yang mengeluh kepada Rosululloh sholallohu ‘alaihi wassalam ketika ditinggal jihad oleh suaminya? Jika hal ini dibolehkan, bagaimana tentang hak anak-anaknya yang membutuhkan pendidikan dari ayahnya? Ana bingung, manakah yang kuat dalilnya, Ustadz? Syukron. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SOAL:</strong><br />
Assalamu’alaikum. Ustadz, bolehkah seorang suami meninggalkan istrinya untuk bekerja selama dua tahun ke luar negeri? Bagaimana dengan hadits tentang seorang wanita yang mengeluh kepada Rosululloh sholallohu ‘alaihi wassalam ketika ditinggal jihad oleh suaminya? Jika hal ini dibolehkan, bagaimana tentang hak anak-anaknya yang membutuhkan pendidikan dari ayahnya? Ana bingung, manakah yang kuat dalilnya, Ustadz? Syukron.</p>
<p>(Abu Zaky, Karawang, +628138361xxxx)</p>
<p><span id="more-252"></span></p>
<p><strong>JAWAB:</strong><br />
Wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh.<br />
Menurut asal, ketika seseorang telah menikah ia wajib menafkahi istrinya baik lahir maupun batin dan wajib mendidik istri dan anak-anaknya dengan pendidikan yang baik, dalilnya:<br />
Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena bisa jadi kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Alloh menjadikan padanya kebaikan yang banyak. (QS. an-Nisa’ [4]: 19)</p>
<blockquote><p>Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Alloh kepadanya. (QS. at-Tholaq [65]: 7)</p></blockquote>
<p>Adapun tentang suami yang meninggalkan istrinya untuk bekerja selama dua tahun di luar negeri maka dilihat dulu duduk masalahnya; apabila istrinya ditinggal dalam keadaan aman, seperti tinggal di rumah mertuanya atau bersama ibunya di rumah, di sisi lain (dalam keadaan darurat) suami harus mencarikan nafkah untuk istri dan anaknya, maka boleh. Sebab dia meninggalkan istri untuk perkara yang wajib, mencari nafkah. Adapun dalil tentang larangan meninggalkan keluarga lebih dari 4 bulan, yaitu firman Alloh Shubhanahu wa Ta’ala:</p>
<blockquote><p>Kepada orang-orang yang meng-ila’ istrinya (bersumpah tidak menggauli istrinya) diberi tangguh hingga empat bulan (lamanya). Kemudian jika mereka kembali (kepada istrinya), maka sesungguhnya Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. al-Baqoroh [2]: 226)</p></blockquote>
<p>adalah dalil yang berhubungan dengan orang yang sengaja bersumpah untuk tidak menggauli istrinya. Jadi, tidak tepat bila dalil tersebut digunakan untuk masalah di atas.</p>
<p>Ada orang yang bertanya kepada Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah : ‘Al-Qur’an memberi batasan waktu bahwa suami boleh meninggalkan istrinya selama empat bulan. Akan tetapi saya punya ikatan kerja, tidak ada libur bagiku kecuali setelah satu tahun, bahkan terkadang lebih dari itu sesuai dengan tugas yang ada, bagaimana hukumnya?’</p>
<p>Beliau menjawab: “Pertama, perkataan penanya bahwa al-Qur’an memberi batasan waktu kepada suami bahwa ia tidak boleh meninggalkan istrinya lebih dari empat bulan adalah (perkataan yang) salah. Tak ada satu pun ayat yang menerangkan demikian. Tetapi al-Qur’an membolehkan kepada suami yang bersumpah untuk tidak menggauli (menyetubuhi) istrinya dengan batas waktu maksimal 4 bulan, berdasarkan surat al-Baqoroh ayat 226 [baca ayat di atas].</p>
<p>Adapun tentang suami yang meninggalkan istrinya (maka dilihat dulu), jika wanita itu ridho maka tidak mengapa suami meninggalkannya selama 4 bulan, 6 bulan, satu tahun, atau dua tahun, dengan syarat istrinya aman di negeri yang ia tinggalkan dan ridho atas kepergiannya mencari rezeki. Adapun apabila istri yang ditinggalkan tidak merasa aman maka tidak boleh suami pergi dalam keadaan istrinya tidak aman. Dan apabila istri yang ditinggalkan itu dalam keadaan aman namun tidak ridho ditinggal lebih dari 4 atau 6 bulan sesuai keputusan hakim di negerinya, maka suami tidak boleh meninggalkannya tapi hendaknya menggauli istrinya dengan baik.” (<em>Majmu’ Durus wa Fatawa al-Harom al-Makki, Ibnu Utsaimin 3/270)</em></p>
<p>Adapun maksud hadits di atas adalah karena wanita itu merasa kesepian ditinggal oleh suaminya dan membutuhkan kasih sayangnya, maka Rosululloh sholallohu ‘alaihi wassalam menyuruhnya pulang. Wallohu a’lam.</p>
<p>Adapun tentang pendidikan anak, maka hendaknya istri mendidik anaknya dengan baik sesuai kemampuan. Sebab tatkala suami tidak ada di rumah, istrilah yang bertanggung jawab atas pendidikannya.</p>
<p>وَالْمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا وَمَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا</p>
<p><em>“Dan wanita itu pemimpin di rumah suaminya dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya.” (HR. Bukhori 3/414)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almawaddah.or.id/?feed=rss2&#038;p=252</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Al-Mawaddah.wordpress.com</title>
		<link>http://almawaddah.or.id/?p=248</link>
		<comments>http://almawaddah.or.id/?p=248#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2011 00:36:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Majalah al-Mawaddah</dc:creator>
				<category><![CDATA[13. Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://almawaddah.or.id/?p=248</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya kami ucapkan Jazakumulloh Khoiron Katsiro kepada segenap pengunjung blog kami di &#8220;almawaddah.wordpress.com&#8221;. Kami beritahukan bahwa blog ini sudah tidak aktif lagi. Sebagai gantinya silahkan kunjungi Website ini http://almawaddah.or.id.  Demikian sedikit info ini, semoga bermanfaat.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelumnya kami ucapkan Jazakumulloh Khoiron Katsiro kepada segenap pengunjung blog kami di &#8220;almawaddah.wordpress.com&#8221;. Kami beritahukan bahwa blog ini sudah tidak aktif lagi. Sebagai gantinya silahkan kunjungi Website ini <a href="http://almawaddah.or.id" target="_blank">http://almawaddah.or.id.  </a>Demikian sedikit info ini, semoga bermanfaat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://almawaddah.or.id/?feed=rss2&#038;p=248</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

